Zaman Boleh Milenial, Tapi Jangan Lupa Baca Tulis Al-Quran


SINGKAWANG–Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH mengatakan di era millenial dengan serba mudah dan terbukanya jaringan informasi, maka perlu membangun umat yang berbasis akhlak terus digencarkan.

Hal itu disampaikan disela menghadiri acara pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) XXV Tingkat Provinsi Kalbar di Kota Singkawang yang dibuka oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji bertempat di stadion Kridasana Singkawang, Sabtu (27/4) malam.

“Kami mengajak seluruh umat Islam di Kalimantan Barat untuk memakmurkan masjid dengan menggalakan membaca al-Qur’an, apalagi bagi kalangan generasi millenial untuk aktif belajar Baca Tulis Alquran (BTA). Beberapa anggota kami pun di Polres Sambas dan Singkawang memiliki program mengajar mengaji keliling surau dan masjid,” kata Didi Haryono.

Menurutnya, zaman boleh milenial, tapi jangan lupa BTA-nya terus diaktifkan. Boleh memiliki media sosial, Facebook, Instagram, Twitter dan sosmed lainya, tapi mengaji jangan ditinggalkan.

“Karena ini menjadi landasan iman kita sebagai mahluk yang mulia ciptaan Allah SWT dan dengan iman taqwa kita sebagai benteng yang kuat atas pengaruh pengaruh negatif yang sangat gampang masuk meracuni generasi muda kita khususnya dari pengaruh pengaruh Narkoba dan media sosial yang sekarang begitu gencar dengan seluruh informasi yang belum tentu benar atau hoaks maka dengan tekun mengasah iman kita dengan ajaran agama islam yang kita yakini imani dan kita pahami tentunya ini menjadi benteng terbaik bagi kita semua untuk tidak terpengaruh oleh hal hal negatif,” ujar Didi

Dia berharap kegiatan STQ dapat meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap kitab suci Al-qur’an.

“Dan saya berharap selain menumbuhkan semangat syi’ar Islam, juga kiranya kegiatan keagaman ini dapat meningkatkan semangat umat untuk mempelajari, mengkaji dan mengaplikasikan atau mengamalkannya ajaran agama islam ditengah-tengah kehidupan kita bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebab islam itu cinta damai dan kita cinta pada Negara Kesatuan Republik indonesia ini terus berjalan damai,” tuturnya.

(har)